Yogyakarta, 19 July 2018
Mereka telah kembali bersapa dan berkerumun dengan cerita dan kisah dimasa yang kelam. Tidak pernah saling melupakan namun sudah mengikhlaskan. Rindu dan Tuannyapun sudah tau kemana dia seharusnya pergi.
Ahh seandainya itu datang lebih awal. Tidak akan kutemui dia dengan secangkir kopi malam itu. Tapi alam selalu punya alasan untuk setiap perkara. Dia bawakan luka itu, agar aku bisa bersuka cita dengan apa yang kumiliki saat ini. Alam membiarkanaku bersedih agar aku tahu, patah hati memang sakit hahahahhah
Selamat malam untuk rindu yang sudah tau dimana kamu harus pulang. Tetaplah ada sampai batas menyerah pada kita.
Aku berharap banyak untuk kedua kalinya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar