untuk tuanku
hallo apa kabar tuan ? masih ingat dengan wanita malang ini ?
rasanya sudah lama sekali sejak terakhir aku menulis surat untukmu. ya sejak kuputuskan untuk berhenti menulis. kau tahu bukan siapa yang mengajariku untuk menulis, menceritakan segala keluh kesahku dalam barisan kata. ya itu kamu tuan. tapi setelah kamu memutuskan untuk pergi pada akhirnya aku kehilangan inspirasiku. masih ingat pertama kali kau mengulurkan tanganmu dan menyebutkan namamu bersama garis lengkung manis di bibirmu. ya aku mengingat dengan jelas setiap kejadian itu tuan. ketika kita memutuskan untuk dekat. ahh sudahlah tuan aku tak bisa menuliskannya lagi untukmu. jari ini terlalu kaku untuk mengingat semua cerita kita.
salam
dari wanita yang tak tau pernah kau anggap apa